Jump to content

Glosarium: Difference between revisions

From Deffcon
No edit summary
Line 1: Line 1:
== A ==
== A ==
Logical Fallacy: Kekeliruan dalam proses berpikir yang membuat sebuah argumen atau klaim menjadi tidak valid. Meskipun sering kali terjadi tanpa disadari, kesalahan ini dapat memengaruhi cara kita menarik kesimpulan dan memahami suatu informasi.
Etimologi: Cabang ilmu bahasa yg menyelidiki asal-usul kata serta perubahan dalam bentuk dan makna.
Materialisme: Paham dalam filsafat yang menyatakan bahwa hal yang dapat dikatakan benar-benar ada adalah materi<ref name=":0">Kata "materialisme" terdiri dari kata "materi" dan "isme". "Materi" dapat dipahami sebagai "bahan; benda; segala sesuatu yang tampak". "Materialisme" adalah pandangan hidup yang mencari dasar segala sesuatu yang termasuk kehidupan manusia di dalam alam kebendaan semata, dengan mengesampingkan segala sesuatu yang mengatasi alam indra.</ref>.
Dialektika: Hal berbahasa dan bernalar dengan dialog sebagai cara untuk menyelidiki suatu masalah <ref name=":1">Hegel menyempurnakan konsep dialektika dan menyederhanakannya dengan memaknai dialektika ke dalam trilogi tesis anti-tesis dan sintesis. Menurut Hegel tidak ada satu kebenaran yang ''absolut'' karena berlaku hukum dialektik, yang ''absolut'' hanyalah semangat revolusionernya (perubahan/pertentangan atas tesis oleh anti-tesis menjadi sintesis).</ref>.
Logika atau Mantik: Studi tentang penalaran<ref name=":2">'''Penalaran''' (bahasa Inggris: ''reasoning'') adalah rangkaian kegiatan yang berkapasitas secara sadar menerapkan ilmu mantik untuk mencapai suatu kesimpulan (pendapat baru) dari satu atau lebih keputusan atau pendapat yang telah diketahui (premis) sehingga dapat mengambil keputusan</ref> yang tepat.
== B ==
== B ==


Line 15: Line 5:


== D ==
== D ==
Dialektika: Hal berbahasa dan bernalar dengan dialog sebagai cara untuk menyelidiki suatu masalah <ref name=":1" />.
Dialektika: Hal berbahasa dan bernalar dengan dialog sebagai cara untuk menyelidiki suatu masalah <ref name=":1">Hegel menyempurnakan konsep dialektika dan menyederhanakannya dengan memaknai dialektika ke dalam trilogi tesis anti-tesis dan sintesis. Menurut Hegel tidak ada satu kebenaran yang ''absolut'' karena berlaku hukum dialektik, yang ''absolut'' hanyalah semangat revolusionernya (perubahan/pertentangan atas tesis oleh anti-tesis menjadi sintesis).</ref>.


== E ==
== E ==
Line 33: Line 23:


== L ==
== L ==
Logika atau Mantik: Studi tentang penalaran<ref name=":2" /> yang tepat.
Logika atau Mantik: Studi tentang penalaran<ref name=":2">'''Penalaran''' (bahasa Inggris: ''reasoning'') adalah rangkaian kegiatan yang berkapasitas secara sadar menerapkan ilmu mantik untuk mencapai suatu kesimpulan (pendapat baru) dari satu atau lebih keputusan atau pendapat yang telah diketahui (premis) sehingga dapat mengambil keputusan</ref> yang tepat.


Logical Fallacy: Kekeliruan dalam proses berpikir yang membuat sebuah argumen atau klaim menjadi tidak valid. Meskipun sering
Logical Fallacy: Kekeliruan dalam proses berpikir yang membuat sebuah argumen atau klaim menjadi tidak valid. Meskipun sering


== M ==
== M ==
Materialisme: Paham dalam filsafat yang menyatakan bahwa hal yang dapat dikatakan benar-benar ada adalah materi<ref name=":0" />.
Materialisme: Paham dalam filsafat yang menyatakan bahwa hal yang dapat dikatakan benar-benar ada adalah materi<ref name=":0">Kata "materialisme" terdiri dari kata "materi" dan "isme". "Materi" dapat dipahami sebagai "bahan; benda; segala sesuatu yang tampak". "Materialisme" adalah pandangan hidup yang mencari dasar segala sesuatu yang termasuk kehidupan manusia di dalam alam kebendaan semata, dengan mengesampingkan segala sesuatu yang mengatasi alam indra.</ref>.


== N ==
== N ==

Revision as of 01:26, 18 June 2025

A

B

C

D

Dialektika: Hal berbahasa dan bernalar dengan dialog sebagai cara untuk menyelidiki suatu masalah [1].

E

Etimologi: Cabang ilmu bahasa yg menyelidiki asal-usul kata serta perubahan dalam bentuk dan makna.

F

G

H

I

J

K

L

Logika atau Mantik: Studi tentang penalaran[2] yang tepat.

Logical Fallacy: Kekeliruan dalam proses berpikir yang membuat sebuah argumen atau klaim menjadi tidak valid. Meskipun sering

M

Materialisme: Paham dalam filsafat yang menyatakan bahwa hal yang dapat dikatakan benar-benar ada adalah materi[3].

N

O

P

Q

R

S

T

U

V

W

X

Y

Z

Kutipan

  1. Hegel menyempurnakan konsep dialektika dan menyederhanakannya dengan memaknai dialektika ke dalam trilogi tesis anti-tesis dan sintesis. Menurut Hegel tidak ada satu kebenaran yang absolut karena berlaku hukum dialektik, yang absolut hanyalah semangat revolusionernya (perubahan/pertentangan atas tesis oleh anti-tesis menjadi sintesis).
  2. Penalaran (bahasa Inggris: reasoning) adalah rangkaian kegiatan yang berkapasitas secara sadar menerapkan ilmu mantik untuk mencapai suatu kesimpulan (pendapat baru) dari satu atau lebih keputusan atau pendapat yang telah diketahui (premis) sehingga dapat mengambil keputusan
  3. Kata "materialisme" terdiri dari kata "materi" dan "isme". "Materi" dapat dipahami sebagai "bahan; benda; segala sesuatu yang tampak". "Materialisme" adalah pandangan hidup yang mencari dasar segala sesuatu yang termasuk kehidupan manusia di dalam alam kebendaan semata, dengan mengesampingkan segala sesuatu yang mengatasi alam indra.